Piknik ke Belitung (Part 1)

Holaa~~

Alhamdulillah punya sedikit niat buat kembali ngeblog. Bukan karena sibuk, tapi memang Nidi anaknya pemalas *alasan klasik*.

Bulan Februari kemarin ketika Pilkada Jakarta, gw dan beberapa temen sempat jalan-jalan ke Belitung.

Awalnya gw kira Bangka dan Belitung itu sama, ternyata beda pulau ya haha πŸ™ˆ.

Tanggal 19 Februari 17, jam 9 pagi gw harus sudah check in, kali ini gw menggunakan maskapai Lion Air. Tidak semua maskapai melayani rute Cgk – TJQ. Harga tiket PP sekitar 600 ribu *serius murah banget.

Perjalanan ditempuh selama 1 jam, Alhamdulillah arrived safely πŸ‘ŒπŸ»

Harus banget ada foto dari atas pesawat

Sampai bandara Tanjung Pandan disambut hujan deras πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ» damn!! Gagal semua rencana 😭. Untung ada temen-temen yang (pura-pura)saling menguatkan haha. Kebetulan gw menginap di Hotel Hanggar 21, jadi ada layanan antar jemput ke Bandara.

Hotel Hanggar 21 letaknya ga terlalu jauh dari Bandara, hanya dengan 10 menit menggunakan mobil. Nanti akan gw buat review terpisah untuk hotel ini.

Saran gw kalau ke Belitung lebih baik sewa mobil daripada motor. Harga sewa mobil 500ribu/hari sudah termasuk bbm dan driver. Memang sih ga macet, tapi jarak antar lokasi wisata jauh bangeeettt.

Selesai check in hotel, gw dan temen-temen makan siang di Mie Atep. Katanya sih ini makanan khas Belitung. Harganya cukup terjangkau hanya 15ribu/porsi. Minumannya cobain es jeruk kunci..maknyuss πŸ‘ŒπŸ»

Minuman Khas Belitung, Es Jeruk Kunci. Harga 5 ribu/gelas
Kurang afdol ke Belitung tanpa makan Mie Atep. Harga 15 ribu/porsi

Selesai makan siang lanjut jalan ke pantai yang menjadikan Belitung terkenal, pantai Laskar Pelangi. Cuacanya kurang mendukung jadi cuma sebentar disana. Kalau kalian ke Belitung jangan dibulan September – Februari ya, cuacanya jelek banget.

Lanjut ke lokasi selanjutnya ke kedai kopi namanya Kong Djie Coffee. View yang ditawarkan Kong Djie Coffee yaitu Pantai Tanjung Pendam. Jadi sambil ngopi bisa menikmati sunset. Belitung memang terkenal kopinya. Ada 1 daerah di Belitung yang hampir semua tempat isinya kedai kopi.


Sebelum pulang ke hotel, pastinya gw mampir dulu ke pantai Tanjung Pendam. Foto-foto sebentar kemudian pulang karena sudah malam.

​

​​

​

Sekian dulu cerita hari pertama di Belitung.

Kalau ada yang mau ditanyakan mengenai itinerary, budget atau contact transport selama di Belitung silahkan comment atau email ke : hallonidi@gmail.com

Xoxo

Nidiiw

Advertisements

Review :: Innisfree No Sebum Mineral Powder

Halo ~

Kali ini gw akan me-review Innisfree No Sebum Mineral Powder Berawal dari muka yang jerawatan, gw menghentikan semua pemakaian bedak/foundation yang super heavy . Pemakaian bedak baby atau herbal sangat dianjurkan oleh dokter skin care yang gw datangi. Setelah baca beberapa review, gw memutuskan untuk memakai bedak dari Korea ini. Apa sih kelebihan dari Innisfree No Sebum Mineral Powder ini?

no sebum mineral powder

Kalau dilihat dari kemasan, bedak tabur innisfree tergolong kecil banget jadi pas untuk dimasukan ke dalam beauty case. Warna kemasannya hijau muda menunjukkan bahwa bedak ini dibuat dari bahan bahan yang alami. Isi bedaknya sendiri bisa dibilang sangat sedikit.

Seperti konsepnya, bedak ini memang ditujukan untuk yang memiliki wajah super oily kaya kilang minyak. Pemakaiannya ga perlu banyak, cukup disapukan ke wajah terutama T zone atau area wajah yang berminyak saja. Dengan spons yang sangat lembut, dan wangi herbal khas Innisfree, ga perlu khawatir sering touch up deh karena warnanya transparan (bukan putih kaya tepung) sehingga sangat cocok untuk semua warna kulit.

Oh ya..untuk kalian yang poninya sering lepek, coba deh tepuk-tepukkan sedikit bedak ini ke poni dan voilaaa poninya On lagi haa.

Untuk harga tergolong murah eh tapi tergantung OS yang jual ya. Gw beli dengan harga : Rp 85.000,- πŸ™‚

rating : 5/5

repurchase : Yes

xoxo

Nidiww

Pejuang Rupiah Ibukota

Depok tak pernah sepi walaupun matahari belum nampak di ufuk timur. Setengah berlari para pria dan wanita berlomba untuk berdiri di barisan pertama peron tujuan Jakarta. Lihatlah jalan Margonda raya, yang tidak pernah absen dari deru suara kendaraan bermotor. Ya..kami adalah pelakunya, Pejuang Rupiah Ibukota.

Lokasi Depok yang sangat strategis antara Jakarta dan Bogor memudahkan kami untuk mencari nafkah di ibukota. Pagi sekali harus berjuang agar tidak telat sampai tujuan.

Tujuan kami sama yaitu gedung pencakar langit ibukota. Bekerja dari mulai pukul 9 pagi dan 5 sore hanyalah sebuah catatan di surat kontrak nyatanya kami harus berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari tenggelam.

Ya.. sangatlah tepat apabila kami disebut Pejuang Rupiah Ibukota.

Life is Unfair (?)

Beberapa minggu ini ada sesuatu yang mengganjal di hati tapi susah untuk diutarakan (?). Banyak keinginan yang sebetulnya saya sendiri ga tahu apa sih yang saya inginkan, dan bagaimana cara untuk mewujudkannya.

Bisa dibilang tahun 2014 lalu adalah tahunΒ  terberat bagi saya. Menyadari bahwa umur yang sudah tidak bisa dibilang ABG (lagi) jadi harus ada sesuatu yang bisa saya banggakan di diri sendiri.

Kenapa saya beri judul Life is Unfair di tulisan kali ini, karena saya sempat merasa (sedikit) kecewa dengan diri sendiri. Sering berpikir Kenapa sih saya ga bisa seperti dia?

Melihat teman yang bisa jalan-jalan ke luar negeri hampir setiap bulan.

Beli make up keluaran terbaru, beli lipstik yang harganya 1 bulan uang jajan saya.

Menemukan pasangan hidupnya

…dan masih banyak lagi

Lantas saya pun sadar, apa yang terlihat baik di luar belum tentu baik juga di dalam. Saya tau dia yang suka jalan – jalan keluar negeri hanya untuk menghindari keluarganya yang ‘meneror’ untuk segera punya anak. Saya tahu betapa tertekannya dia 😦

Banyak hal- hal kecil yang justru luput dari rasa syukur saya 😦

Saya punya orang tua dan keluarga yang sayang dengan sepenuh hati.

Saya masih punya pekerjaan, sehingga saya Insha Allah tidak membebankan orang tua secara materiil lagi.

Saya punya teman-teman yang kadang suka nyinyir yang siap menghibur dan diculik kalau lagi bosan.

..masih banyak yang seharusnya saya syukuri.

Memang manusia kadang suka khilaf dengan tidak mensyukuri apa yang ada di depan mata. Kenapa juga harus iri, membandingkan berkah hidup diri sendiri dengan orang lain?

So..Apakah hidup yang tidak adil atau malah kita yang kurang bersyukur?

Sekarang saya tahu jawabannya πŸ™‚

xoxo

Nidi

(terinspirasi blog @chachathaib)

Yuk..Belanja di Pasar Tradisional

Pasar Kemiri Muka, Depok
Pasar Kemiri Muka, Depok ( pic : http://www.kompasiana.com/daryani/berbelanja-di-pasar-tradisional-menyenangkan-kok)

Kurangnya perhatian pemerintah kota Depok untuk pasar tradisonal memang sangat disayangkan. Sebagai warga Depok kami hanya disuguhi mal-mal dan apartemen yang keberadaan justru dapat mengancam pasar tradisional. Apakah pemkot Depok lupa bahwa peran pasar sangatlah penting untuk memutar roda ekonomi sebuah kota? Ah sudahlah..lupakan masalah politik dan keuangan.

Siapa yang belum pernah belanja ke pasar? atau malah sering datang ke pasar? Saya sendiri adalah salah satu orang yang sangat menikmati aktivitas di pasar. Pasar adalah suatu tempat transaksi jual beli, yang mana ada penjual dan pembeli tentunya.

Di kota Depok masih terdapat beberapa pasar tradisional. Tidak..saya tidak akan membahas semua pasar yang ada di Depok. Saya akan memfokuskan pada satu pasar tradional, yaitu Pasar Kemiri Muka.

Walaupun sudah banyak bermunculan supermarket yang memudahkan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan, sandang, papan dan colokan tetapi geliat jual beli di pasar Kemiri Muka tidak pernah sepi. Letaknya yang persis di samping stasiun Depok Baru sangatlah mudah dijangkau. Yang paling menyenangkan belanja di pasar Kemiri Muka ini adalah tawar menawar dengan pedagang. Tidak perlu ragu untuk menawar harga ikan atau sayuran 1/2 harga, karena disitulah adalah seninya berbelanja di pasar. Ada kepuasan tersendiri apabila bisa mendapatkan harga murah.

Biasanya orang yang berbelanja di Pasar Kemiri Muka adalah para pedagang rumahan yang menjual kembali dagangannya di area perumahan atau dijajakan secara keliling antar kampung. Banyak juga ibu rumah tangga yang membeli kebutuhan dapur untuk keluarganya. Karena perbedaan harga yang jauh dengan supermarket tidak heran kalau pasar tradisional ini menjadi tempat favorit kalangan menengah ke bawah.

Mulai dari sayur mayur, buah-buahan, pakaian, bahkan alat rumah tangga semuanya ada di pasar kemiri muka. Yuk sekali-kali belanja di pasar tradisional πŸ™‚

xoxo

Nidi

Indahnya Masjid Kubah Emas

Apa yang terlintas di pikiran kalian apabila mendengar kata Kota Depok? Kuliner? Kemacetan? Universitas Indonesia? Masjid Kubah Emas? atau bahkan Belimbing? Ya semua hal tersebut sangat berkaitan erat dengan kota yang menjadi penyangga Jakarta, yaitu Depok.

Kota Depok merupakan sebuah kotamadya yang resmi berdiri sejak 20 April 1999 dan terletak tepak di antara Jakarta – Bogor. Banyak hal yang menarik apabila berbicara mengenai Kota Depok, salah satunya adalah Masjid Kubah Emas.

Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektare, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jamaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Dian_Al-Mahri )

Masjid Dian Al-Mahri
Masjid Dian Al-Mahri

Masjid Dian Al – Mahri atau yang lebih dikenal dengan masjid kubah emas ini terletak di Jalan Raya Meruyung, Limo Depok. Selain menjadi tempat ibadah umat muslim, kini masjid kubah emas menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi apabila datang ke kota Depok. Dari namanya saja kalian sudah pasti bisa menebak kenapa disebut dengan masjid kubah emas? Yup benar sekali..masjid ini memang dilapisi emas pada bagian kubahnya, 1 kubah utama dan 4 kubah kecil.

seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal dan yang paling unik apabila diperhatikan kubah masjid Dian Al-Mahri memiliki kesamaan dengan Taj Mahal yang berada di India.

Banyak akses untuk menuju Masjid Kubah Emas. Apabila kalian menggunakan kendaraan pribadi, bisa melalui jalan Raya Sawangan dan belok kiri dipertigaan Sawangan – Meruyung. Untuk yang menggunakan angkutan umum bisa naik angkot D03 Depok – Parung turun di pertigaan sawangan dilanjutkan angkot D102. Tidak dipungut biaya apapun untuk berkunjung ke masjid ini.

Sebaiknya apabila berkunjung ke masjid Kubah emas menggunakan jilbab bagi yang muslim atau baju panjang (sopan) untuk non muslim. Selain area masjid terdapat beberapa bagian yang bisa dikunjungi salah satunya adalah aula megah yang biasanya digunakan untuk istirahat dan juga taman yang dihiasi dengan bunga serta pohon rindang.

PhotoGrid_1440841139214PhotoGrid_1440840889459

So jangan lupa ya berkunjung ke Masjid Kubah Emas apabila kalian main di Depok. Atau jangan – jangan ada warga Depok yang belum pernah ke masjid ini?

xoxo

Nidi

Good Bye Summer, Hello Autumn

Saya sengaja membuat tulisan ini 1 hari sebelum datangnya bulan September. Saya sangat menantikan kejutan di Bulan September ini. Hello para Virgo..umur kalian akan berkurang 1 tentunya.

Beberapa bulan lalu sempat memposting di salah satu media sosial kalau saya sangat menantikan bulan September. Bukan karena bulan September adalah dimana saya dilahirkan tetapi ada satu kegiatan yang akan kembali saya jalani seperti beberapa bulan sebelumnya. Sebenarnya untuk tahun 2015 ini, saya tidak memiliki resolusi. Kenapa? karena saya tidak ingin resolusi yang saya tulisnya hanya akan menjadi sebuah catatan usang yang tidak pernah dijalankan.

bb943994517a6986d3136710c92acbc9

Tidak banyak pencapaian yang saya targetkan di bulan September nanti. Tapi yang pasti ada 1 project menulis di blog yang akan dilakukan selama 10 hari di bulan September. Saya rasa sangat perlu untuk mengikuti kegiatan tersebut, hal ini untuk membuka pikiran pikiran dan kicauan kicauan liar yang ada di kepala saya. Selain itu saya akan kembali belajar bahasa Korea. Akan kembali berinteraksi dengan teman-teman baru. Saya sangat menantikan hal itu.

Pastinya sebagai manusia ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari hari demi hari, minggu demi minggu hingga tahun ke tahun. Begitupun dengan saya. Dan saya pun berharap apapun yang akan terjadi di bulan September dan bulan-bulan yang akan datang, akan menjadikan saya pribadi yang kuat dan penuh syukur.

Hello September
Hello September

Saya berjanji pada diri sendiri tentunya akan memperbaiki komunikasi dengan teman-teman yang selama ini menjadi renggang. Saya sadar mereka adalah bagian dari pembentukan diri saya yang sekarang. Saya sangat merindukan mereka terutama teman-teman kuliah.

xoxo

Nidi