Pejuang Rupiah Ibukota

Depok tak pernah sepi walaupun matahari belum nampak di ufuk timur. Setengah berlari para pria dan wanita berlomba untuk berdiri di barisan pertama peron tujuan Jakarta. Lihatlah jalan Margonda raya, yang tidak pernah absen dari deru suara kendaraan bermotor. Ya..kami adalah pelakunya, Pejuang Rupiah Ibukota.

Lokasi Depok yang sangat strategis antara Jakarta dan Bogor memudahkan kami untuk mencari nafkah di ibukota. Pagi sekali harus berjuang agar tidak telat sampai tujuan.

Tujuan kami sama yaitu gedung pencakar langit ibukota. Bekerja dari mulai pukul 9 pagi dan 5 sore hanyalah sebuah catatan di surat kontrak nyatanya kami harus berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari tenggelam.

Ya.. sangatlah tepat apabila kami disebut Pejuang Rupiah Ibukota.

Advertisements

Yuk..Belanja di Pasar Tradisional

Pasar Kemiri Muka, Depok
Pasar Kemiri Muka, Depok ( pic : http://www.kompasiana.com/daryani/berbelanja-di-pasar-tradisional-menyenangkan-kok)

Kurangnya perhatian pemerintah kota Depok untuk pasar tradisonal memang sangat disayangkan. Sebagai warga Depok kami hanya disuguhi mal-mal dan apartemen yang keberadaan justru dapat mengancam pasar tradisional. Apakah pemkot Depok lupa bahwa peran pasar sangatlah penting untuk memutar roda ekonomi sebuah kota? Ah sudahlah..lupakan masalah politik dan keuangan.

Siapa yang belum pernah belanja ke pasar? atau malah sering datang ke pasar? Saya sendiri adalah salah satu orang yang sangat menikmati aktivitas di pasar. Pasar adalah suatu tempat transaksi jual beli, yang mana ada penjual dan pembeli tentunya.

Di kota Depok masih terdapat beberapa pasar tradisional. Tidak..saya tidak akan membahas semua pasar yang ada di Depok. Saya akan memfokuskan pada satu pasar tradional, yaitu Pasar Kemiri Muka.

Walaupun sudah banyak bermunculan supermarket yang memudahkan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan, sandang, papan dan colokan tetapi geliat jual beli di pasar Kemiri Muka tidak pernah sepi. Letaknya yang persis di samping stasiun Depok Baru sangatlah mudah dijangkau. Yang paling menyenangkan belanja di pasar Kemiri Muka ini adalah tawar menawar dengan pedagang. Tidak perlu ragu untuk menawar harga ikan atau sayuran 1/2 harga, karena disitulah adalah seninya berbelanja di pasar. Ada kepuasan tersendiri apabila bisa mendapatkan harga murah.

Biasanya orang yang berbelanja di Pasar Kemiri Muka adalah para pedagang rumahan yang menjual kembali dagangannya di area perumahan atau dijajakan secara keliling antar kampung. Banyak juga ibu rumah tangga yang membeli kebutuhan dapur untuk keluarganya. Karena perbedaan harga yang jauh dengan supermarket tidak heran kalau pasar tradisional ini menjadi tempat favorit kalangan menengah ke bawah.

Mulai dari sayur mayur, buah-buahan, pakaian, bahkan alat rumah tangga semuanya ada di pasar kemiri muka. Yuk sekali-kali belanja di pasar tradisional 🙂

xoxo

Nidi

Indahnya Masjid Kubah Emas

Apa yang terlintas di pikiran kalian apabila mendengar kata Kota Depok? Kuliner? Kemacetan? Universitas Indonesia? Masjid Kubah Emas? atau bahkan Belimbing? Ya semua hal tersebut sangat berkaitan erat dengan kota yang menjadi penyangga Jakarta, yaitu Depok.

Kota Depok merupakan sebuah kotamadya yang resmi berdiri sejak 20 April 1999 dan terletak tepak di antara Jakarta – Bogor. Banyak hal yang menarik apabila berbicara mengenai Kota Depok, salah satunya adalah Masjid Kubah Emas.

Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektare, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jamaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Dian_Al-Mahri )

Masjid Dian Al-Mahri
Masjid Dian Al-Mahri

Masjid Dian Al – Mahri atau yang lebih dikenal dengan masjid kubah emas ini terletak di Jalan Raya Meruyung, Limo Depok. Selain menjadi tempat ibadah umat muslim, kini masjid kubah emas menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi apabila datang ke kota Depok. Dari namanya saja kalian sudah pasti bisa menebak kenapa disebut dengan masjid kubah emas? Yup benar sekali..masjid ini memang dilapisi emas pada bagian kubahnya, 1 kubah utama dan 4 kubah kecil.

seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal dan yang paling unik apabila diperhatikan kubah masjid Dian Al-Mahri memiliki kesamaan dengan Taj Mahal yang berada di India.

Banyak akses untuk menuju Masjid Kubah Emas. Apabila kalian menggunakan kendaraan pribadi, bisa melalui jalan Raya Sawangan dan belok kiri dipertigaan Sawangan – Meruyung. Untuk yang menggunakan angkutan umum bisa naik angkot D03 Depok – Parung turun di pertigaan sawangan dilanjutkan angkot D102. Tidak dipungut biaya apapun untuk berkunjung ke masjid ini.

Sebaiknya apabila berkunjung ke masjid Kubah emas menggunakan jilbab bagi yang muslim atau baju panjang (sopan) untuk non muslim. Selain area masjid terdapat beberapa bagian yang bisa dikunjungi salah satunya adalah aula megah yang biasanya digunakan untuk istirahat dan juga taman yang dihiasi dengan bunga serta pohon rindang.

PhotoGrid_1440841139214PhotoGrid_1440840889459

So jangan lupa ya berkunjung ke Masjid Kubah Emas apabila kalian main di Depok. Atau jangan – jangan ada warga Depok yang belum pernah ke masjid ini?

xoxo

Nidi